Minggu, 20 Juli 2014

MENANGISLAH UNTUK RAMADHAN YANG AKAN MENINGGALKAN KITA


MENANGISLAH UNTUK RAMADHAN YANG AKAN MENINGGALKAN KITA

Menangislah untuk Ramadhan yang akan meninggalkan kita, Teman, marilah kita menangis, jika itu bisa melapangkan gundah yang mengganjal sanubari........................................................................   
Bahwa Ramadhan sudah bergegas di akhir hitungan. Dan tadarus Quran kita tak beranjak khatam..............
Jika itu adalah ungkapan penyesalan. Jika itu  merupakan awal tekad untuk menyempurnakan  tarawih dan Qiyamul  lail kita yang centang  perenang.
Menangislah, biar  butir bening itu jadi saksi di yaumil akhir. Bahwa kita adalah hamba Allah yang lalai lagi terlena, yang  berdoa sejak 2 (dua) bulan sebelum Ramadhan, yang  berlatih puasa semenjak Rajab, yang rajin mengikuti  tarhib Ramadhan, tetapi sepertinya puasa mendekati akhir, masih juga menggunjing kekhilafan teman, masih juga tak bisa menahan ucapan dari  kesia-siaan, tak juga  menambah ibadah sunnah, bahkan hampir  terlewat menunaikan sesuatu hal yang wajib  hukumnya............................................................
Menangislah, lebih keras Allah tak menjanjikan apa-apa untuk Ramadhan pada tahun depan, apakah kita masih diikut sertakan, sedangkan Ramadhan  sekarang Cuma tersisa hitungan hari. Tak  ada yang dapat  menjamin usia kita supaya Ramadhan yang akan datang kita mendapatkannya, sedangkan  Ramadhan pada saat ini telah tersia-siakan....................................
Menangislah untuk Ramadhan yang  kan hilang...........
Menangislah, Untuk dosa-dosa yang belum terampuni,  tapi kita masih juga menambah dengan dosa yang baru...............................................................................
Menangislah,  Dan tuntaskan semuanya disini, malam ini. Karena besok waktu akan bergerak makin cepat, Ramadhan semakin lari.
Tanpa terasa tahu-tahu telah  10 (sepuluh) malam terakhir dan kita belum siap untuk itikaf. Dan lembar Quran menunggu untuk dikhatamkan. .........................
Dan  lembar rupiah  menunggu untuk disalurkan melalui infaq dan zakat. Dan malam menunggu dihiasi sholat  sunnah tambahan..............................................
Sekarang, atau (mungkin)  tidak (ada lagi) sama sekali...............................................................................

Kami sekeluarga AKBP H. DADANG DJOKO KARYANTO,SH,SiP, MH.   Mengucapkan mohon maaf lahir dan bathin